Tampilkan postingan dengan label Zaitun. Tampilkan semua postingan

Manfaat minyak Zaitun
Ekstrak daun zaitun dan minyak zaitun sejak dulu diyakini dapat memberikan manfaat kesehatan untuk manusia. Oleh karena itu, keberadaan bahan organik ini tidak boleh diabaikan.

Anda ingin mengetahui manfaat zaitun selengkapnya? Berikut paparan dari penggunaan ekstrak daun zaitun seperti dilansir Naturalnews.

Bertindak sebagai Antivirus
Ekstrak daun zaitun merupakan antivirus alami yang kuat, tentu ini adalah kabar baik untuk dunia kesehatan. Para peneliti telah menguji ekstrak daun zaitun untuk mengetahui efektivitasnya dalam mengobati infeksi HIV dan virus lainnya.

Sebagai Anti-Inflamasi
Ekstrak daun zaitun mengandung flavonoid yang juga sering ditemukan dalam beberapa tanaman. Kandungan flavonoid akan memberikan tanaman berwarna cerah dan memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi atau peradangan. Hal ini baik untuk pencegahan dan pengobatan ketika Anda mengalami peradangan, seperti gejala rematik, masalah jantung, sakit kronis dan kanker.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Ekstrak daun zaitun dapat membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Jika digunakan secara teratur, ekstrak daun zaitun ini akan meningkatkan kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit. Dengan menggunakan ekstrak daun zaitun pada awal ketika sakit, seseorang akan sembuh dengan cepat dari penyakit mereka dan mencegah gejala semakin parah.

Melawan Infeksi
Ekstrak daun zaitun telah memiliki hasil positif dalam mengobati infeksi jamur yang disebabkan jamur Candida Albicans. Selain itu, ektrak daun zaitun juga telah ditemukan efektif melawan salah satu bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan pneumonia. Ektrak daun zaitun juga bermanfaat dalam mengobati infeksi pada gigi.

Dengan kata lain, ekstrak daun zaitn merupakan obat alami yang kuat dan efektif untuk mencegah dan mengobati berbagai kondisi penyakit dan infeksi. Ektrak ini dapat mencegah dan mengobati resisten terhadap antibiotik dan secara keseluruhan meningkatkan kesehatan.

Sumber: Detik Health

Minyak Zaitun
Lemak tak selalu "jahat" bagi kesehatan atau kepada Anda yang tengah berdiet untuk menurunkan berat badan. Lemak dan minyak tetap memiliki tempat dalam diet seimbang, tulis situs Body + Soul.

Lemak "baik" dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan risiko kematian akibat penyakit jantung. Sebaliknya, lemak jenuh dan trans tak bagus untuk kesehatan.

Namun, tak semua orang mengetahui apa saja jenis lemak yang baik itu. Berikut beberapa sumber lemak baik yang bermanfaat untuk kesehatan Anda:

Minyak zaitun
"Minyak zaitun telah menjadi sahabat manusia sejak sekitar 4.000 tahun yang lalu," kata Leandro Ravetti, direktur teknis untuk Cobram Estate, produsen Cobram Estate Extra Virgin Olive Oils. Minyak zaitun diperas langsung dari buahnya. Untuk memaksimalkan sifat yang menguntungkan, Ravetti menyarankan masyarakat untuk memilih produk yang belum lama diproduksi, dikemas dalam wadah gelap, dan jika Anda membeli produk pabrik, pilih yang menuliskan tanggal panennya.

Minyak ikan
Minyak ikan mengandung kadar tinggi Omega-3, asam lemak esensial (EFA) yang membantu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol buruk. Yayasan Jantung Nasional Australia merekomendasikan minyak ikan yang berasal dari salmon Atlantik dan Australia, trevalla mata biru, mackarel biru, dan gemfish. Kerang tertentu juga menghasilkan minyak ikan yang baik.

Kacang-kacangan
Kacang merupakan sumber makanan yang kaya lemak tak jenuh tunggal, khususnya kacang pinus, hazelnut, almond, mete, macadamia, pecan, dan pistachio.

Biji-bijian
Biji wijen adalah yang terbaik. Campuran biji wijen dengan minyak zaitun extra virginmerupakan kombinasi yang pas untuk membuat salad atau makanan lain. Biji-bijian lain sumber minyak "baik" antara lain canola, bunga matahari, dan wijen.

AvokadAvokad penuh lemak yang baik. Sebagian besar lemak avokad adalah jenis yang sehat: 60 persen tak jenuh tunggal dan 12 persen tak jenuh ganda.



Sumber: Tempo

diet Mediterania
Banyak cara yang dipercaya untuk membuat panjang umur, namun inti dari semua itu adalah menerapkan pola hidup yang sehat. Salah satu cara yang cukup memberikan bukti spesifik memperpanjang usia adalah diet Mediterranean, khususnya pada perempuan.

Sebuah studi yang dipublikasi dalam Annals of Internal Medicine melaporkan, perempuan yang melakukan diet tersebut lebih banyak mengonsumsi lemak sehat dan 40 persen lebih mungkin untuk hidup hingga usia di atas 70 tahun.

Para peneliti asal Havard School of Public Health and Brigham and Women's Hospital di Boston melakukan uji kuesioner pada 10.670 perempuan yang berusia 50 hingga 60 tahun tentang kesehatan, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik. Studi jangka panjang tersebut dimulai antara tahun 1984 hingga 1986.

Lima belas tahun berselang, para peneliti kembali menghubungi peserta yang sama untuk diminta mengisi kembali kuesioner lanjutan. Hal ini dilakukan guna mengetahui kesehatan mental dan fisik mereka setelah itu.

Secara keseluruhan, mereka menemukan, peserta yang melakukan diet Mediterranean lebih mungkin untuk hidup hingga usia 70 tahun. Selain itu, peserta tersebut juga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengembangkan penyakit Parkinson, jantung, ataupun diabetes.

Menurut American Heart Association, orang yang melakukan diet Mediterranean umumnya mengonsumsi lebih dari setengah total kalori mereka  dari lemak jenuh sehat yang ditemukan dalam minyak zaitun.

Ketua peneliti dr Cecilia Samieri mengatakan, diet Mediterranean dicirikan dengan konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan ikan. Sementara itu, diet tersebut minim konsumsi daging merah dan daging yang diproses, serta konsumsi alkohol yang diatur.

"Dalam diet ini, pelaku diet lebih banyak mengonsumsi lemak jenuh sehat yang berasal dari minyak zaitun," ujarnya.

Sumber: Kompas Health
Diberdayakan oleh Blogger.